Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman
Pendidikan dan Peningkatkan SDM Riau Program Paling Utama Dilaksanakan

Kamis, 22/12/2016 - 22:18:20 WIB
Gubernur Riau dan Bunda PAUD bersama anak-anak dalam suatu kegiatan
TERKAIT:
 
  • Pendidikan dan Peningkatkan SDM Riau Program Paling Utama Dilaksanakan
  •  
    PEKANBARU (jr) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memprioritaskan program pembangunan di bidang pendidikan. Karena, kualitas pendidikan yang baik dianggap mampu menciptakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat.

    Dalam peningkatan pelayanan pendidikan berbagai upaya dan cara terus dilakukan, mulai dengan memberikan beasiswa kepada siswa, guru hingga dosen berprestasi maupun yang kurang mampu disertai dengan meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik.

    Menurut Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman selain membangun infrastruktur dan sarana kesehatan, pendidikan menjadi salah satu program prioritas pembangunan Pemprov Riau yang harus menjadi perhatian khusus. Pasalnya, apabila pendidikan baik, praktis akan terjadi peningkatan sumber daya manusia (SDM) sehingga dapat membawa kemajuan pembangunan di daerahnya.

    "Karena itu bidang pendidikan menjadi program yang paling utama untuk dilaksanakan. Dengan menghasilkan lulusan terbaik dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lain, seperti kesehatan. Itu didapat dari belajar dulu," kata Gubernur Riau yang akrab disapa Andi Rachman.

    Agar pembangunan pendidikan berjalan sesuai dengan yang direncanakan para tenaga pendidik atau guru juga perlu ditingkatkan kompetensi dan mutu pendidikannya supaya mampu bersaing dengan daerah lainnya dan perkembangan global.

    Sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) siswa disetiap sekolah di Provinsi Riau musti dilengkapi sesuai dengan yang diperlukan.

    Selain itu peran serta masyarakat dan semua stakeholder juga dibutuhkan untuk dapat ikut terlibat memajukan pendidikan di Provinsi Riau.

    "Kekurangan-kekurangan mulai di tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) akan diatasi dengan bertahap. Kita berharap para guru maupun sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang ada di perkotaan tetapi juga masyarakat yang tinggal di wilayah pulau-pulau dan pedalaman," tandas Gubernur.

    Dirikan SMK Kejuruan Sesuai Potensi Daerah

    Selain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus memberi kewenangan ke sekolah untuk menerbitkan sertifikasi profesi bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

    Selama ini kata Kamsol manajemen sekolah hanya mengeluarkan sertifikasi kompetensi umum, sedangkan sertifikasi profesi dibutuhkan agar standar penggajian pekerja lulusan SMK menjadi lebih tinggi.

    "Jadi sekolah belum bisa menerbitkan sertifikasi keahlian siswa semisal sub spesialis pengelasan di bawah laut karena itu harus didukung oleh keahlian menyelam," kata Kamsol.


    Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi saat memberikan hadiah kepada para siswa pemenang lomba

    Dan selama ini lanjutnya untuk menerbitkan sertifikasi profesi dilakukan oleh lembaga uji profesi, akan tetapi di Riau, sertifikasi profesi dipegang trainer provider dan berbiaya mahal.

    Terkait instruksi Presiden Jokowi tentang perombakan sistem vokasi atau kejuruan di Indonesia Pemprov Riau masih menunggu petunjuk kementerian.

    Namun demikian di Riau saat ini sejumlah SMK sudah mengarah pada kejuruan, yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, hampir pada seluruh bidang, seperti SMK Pertanian, SMK Kelautan, Perikanan, Perkebunan, Perdagangan dan lainnya.

    Bahkan, katanya lagi, sekolah kejuruan di daerah ini sudah menggandeng dunia usaha dan industri, tinggal lagi penerbitan sertifikasi profesi.

    "Untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK tersebut Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengembangkan sejumlah politehnik, karena lulusan D3 bisa dipromosikan mendapatkan jabatan manajer," katanya.

    Di Riau saat ini sudah berkembang 50 persen SMA dan 50 SMK. Jika SMK dilengkapi dengan sertifikasi profesi akan mendorong peningkatan minat orang tua dan siswa sekolah pada sekolah itu karena memiliki jaminan bahwa lulusan SMK cepat mendapatkan pekerjaan.

    "Siswa SMK Riau untuk semua jurusan sudah menjalani kegiatan magang secara nasional dan internasional," pungkasnya.

    Ajak Warga Putus Sekolah Kembali Sekolah

    Terhadap anak-anak putus sekolah Pemerintah Provinsi Riau dengan semua pihak dan instansi terkait berupaya untuk mengajak mereka yang putuas sekolah kembali untuk sekolah di jalur formal dan informal.

    Mahasiswa-mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Perguruan Tinggi yang ada, seperti UR, UIR dan  Unilak, UMRI dan lainnya diharapkan bisa merangkul anak-anak putus sekolah untuk kembali sekolah.

    "Itulah salah satu tugas mulia dan darma bahkti yang diemban mahasiwa dalam meningkatkan kualitas SDM Riau sebagaimana yang selalu didengungkan Gubenrur Riau, Arsyadjuliandi Rachman," kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Riau, DR Kamsol menambahkan.

    Dijelaskan Kamsol adapun penyebab banyaknya warga yang putus sekolah untuk tingkat SLTA. antara lain diakibatkan masalah sosial, ekonomi geografi daerah dan ketersediaan sarana sekolah.

    Sedangkan untuk tingkat SD-SMP lebih akibat masalah sosial karena orang tua mereka tidak menganggap penting sekolah itu dan lebih baik mencari uang setamat SMP.

    "Untuk mengatasi persoalan terkait minimnya sarana pendidikan, Pemerintah Riau perlu membangun kelas jauh," katanya dan berharap pemerintah bisa menyiapkan program pendidikan kelas jauh ini serta Riau bisa dijadikan sebagai percontohan. (adv/hms/jr02)




     
    Berita Lainnya :
    Presiden Bagi 6.000 Sertifikat Tanah Petani
    Jalan Tol Pekanbaru - Dumai Dimulai 2018
    Kapolres Meranti Bezuk Bayi Penderita Hidrosefalus
    Jokowi Tinjau Pembangunan Program Sejuta Rumah di Tapung
    Kapolri: Berbeda Tidak Jadi Alasan untuk Pecah
    Diduga Ada Unsur Kesengajaan
    Empat Gedung SD di Palangkaraya Terbakar
    Pelarian Tersangka Curanmor 13 TKP Berakhir
    Dua Pengedar Sabu Taluk Kuantan Ditangkap Polisi
    Warga Pulau Rambai Kampar Kedapatan Simpan Sabu
    Aksi Jokowi Hadiri HAN 2017
    Sarungan, Bagi-bagi Sepeda sampai Main Ular Tangga
    Peringatan HAN 2017
    Riau Raih Dua Penghargaan
    Ditangkap di Wisma, Dua Sejoli Simpan Belasan Paket Sabu
    Gila! Nenek 61 Tahun 8 Kali Gituin Bocah 13 Tahun
    Seorang Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Dalam
    Dit Narkoba Musnahkan BB Tangkapan Bulan Juli
    Lagi Mengikat Pohon Sagu di Sungai, Warga Selatpanjang Diterkam Buaya
     
    Komentar Anda :

     
     
    MOST READ
    1 Dua Kakek 'Gilir' Bocah 4 Tahun di Peranap
    2 Sepasang Bocah di Tapung Hilir Berhubungan Intim di Rumah Edo
    3 Lamaran Ditolak, Bripda Ricky Bunuh Diri
    4 Tabrakan "Laga Kepala" Tewaskan Pengendara Motor di Tembilahan
    5 Jeruk Kuok Mulai Kembali Manis
    6 Anda Mau Memperpanjang SIM, Ini Jadwal Pelayanan SIM Keliling Pekanbaru
    7 Penangkapan Bandar Narkoba di Pekanbaru Berlangsung Dramatis
    8 Wanita Muda Ini Dua Kali Berusaha Bunuh Diri di Jembatan Ampera
    9 Polsek Lubuk Dalam Tangkap 5 Pencuri Sapi
    10 Hujan Turun, Mahasiswa di Panam Mandi Hujan Bersama
     
    BERITA TERBARU
    Senin, 24/07/2017 - 12:07 WIB
    Presiden Bagi 6.000 Sertifikat Tanah Petani
    Jalan Tol Pekanbaru - Dumai Dimulai 2018
    Kapolres Meranti Bezuk Bayi Penderita Hidrosefalus
    Jokowi Tinjau Pembangunan Program Sejuta Rumah di Tapung
    Kapolri: Berbeda Tidak Jadi Alasan untuk Pecah
    Diduga Ada Unsur Kesengajaan
    Empat Gedung SD di Palangkaraya Terbakar
    Pelarian Tersangka Curanmor 13 TKP Berakhir
    Follow: