Penerapan E-Government Pemprov Riau Capai 80 Persen

Rabu, 21/12/2016 - 17:30:35 WIB
Gubernur Riau dan Ketua KPK saat meninjau pelayanan berbasis online di Pemprov Riau
TERKAIT:
 
  • Penerapan E-Government Pemprov Riau Capai 80 Persen
  •  
    PEKANBARU (jurnalriau.com) - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan penerapan pelayanan masyarakat berbasis teknologi informasi secara "online" atau e-government dalam program Riau go IT di Provinsi Riau hingga Oktober 2016 sudah mencapai 80 persen.

    "Artinya Riau sudah memasuki zona integritas pelayanan bahkan presentase pencapaian e-government itu akan meningkatkan lagi menyusul adanya penambahan sejumlah peralatan lagi," kata Gubernur Riau di Pekanbaru.

    Menurut Gubernur dengan e-government tersebut maka semua perencanaan sudah terintegrasi  dengan baik melalui masing-masing website dalam rangka meningkatkan komunikasi antarSatuan Kerja Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Riau.

    Ia mengatakan penerapan e-goverment dengan motto Tagline,  Riau Go IT merupakan terobosan luar biasa yang diciptakan untuk memberikan pelayanan dengan cepat, transparan, akuntabel, efisien  kepada masyarakat dengan menggunakan sistem berbasis Teknologi Informasi secara "online".
    Pelayanan tersebut untuk kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dan pelayanan maksimal.

    "Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, Pemrov Riau memulai gerakan tersebut dari tubuh pemerintah daerah Riau itu sendiri dengan menghimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar  menggunakan teknologi dalam memberikan pelayanan," katanya.         

    Sedangkan fungsi e-government itu adalah dapat meningkatkan pelayanan publik, mempermudah koordinasi antara pemerintah pusat hingga ke pemerintah desa.

    Sementara itu, Riau Go IT merupakan motto tagline Provinsi Riau dalam bidang informasi dan teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan transparansi kepada masyarakat hingga ke pedesaan menuju daerah provinsi yang cerdas akan teknologi.

    "Program ini digencarkan bagian dari dukungan daerah untuk pencapaian Nawacita dalam membangun Indonesia dari pinggiran desa hingga ke pemerintah pusat dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia," katanya.

    Dengan demikian, katanya lagi, melalui upaya  memperbaiki kualitas layanan kepada "stakeholders" serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah dapat mewujudkan secara nyata konsep kebijakan yang baik dan pemerintahan bersih.

    Ia menyebutkan, untuk mendukung gerakan Riau Go IT, Pemerintah provinsi Riau menyediakan fasilitas online untuk masyarakat luas seperti website, yaitu www.riau.go.id. Pada website tersebut masyarakat dapat meng"update" atau melihat informasi tentang kegiatan pemerintah Provinsi Riau.

    Seperti informasi dan kegiatan SKPD, website dan email SKPD, gallery foto dan video, transparansi pengelolaan anggaran daerah dan lainnya.

    Berikutnya tentang produk hukum, TV streaming, radio "online", info pajak kendaraan, laporan kerusakan, LPSE berbasis Online, Government Service Bus, perizinan "online" dan data pembangunan.

    Kelompok Informasi Masyarakat, Data (PKB, BBN-KB, SWDKLLJ), pengaduan "online", website kabupaten/kota, informasi peta, pangkalan data pendidikan, layanan SK guru bantu, Data Pokok Pendidikan, pengumuman lelang LPSE dan informasi penyusunan RKPD.

    "Artinya masyarakat tidak perlu lagi repot untuk mencari informasi tentang kegiatan pemerintah provinsi Riau hanya dengan membuka akses internet di website www.riau.go.id sesuai dengan bidang yang dibutuhkan," katanya.

    Gubri Teken MoU Replikasi Program Jaringan Lintas Daerah

    Bahkan Pemprov Riau masuk dalam 17 Provinsi di Indonesia yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Pemanfaatan Aplikasi PTSP, SKP online, dan e-Samsat yang dihadiri dan saksikan Wakil Ketua KPK Basariah Panjaitan di Gedung Sate Provinsi Jawa, Bandung, Jumat (25/11/2016).

     "Penanda tanganan MoU ini merupakan wujud dari komitmen Pemprov Riau untuk melakukan perubahan dan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance," kata Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman.


    Gubernur Riau disaksikan Wakil Ketua KPK dan Gubernur Jabwa teken MoU

    Pemprov Jawa Barat dipilih  sebagai daerah percontohan dengan pertimbangan kesiapan untuk memberikan bantuan teknis dalam hal transfer knoelegde serta kesediaan memberikan source code aplikasi PTSP. E-Samsat, dan TPP secara Cuma-Cuma kepada pemerintah daerah lain yang berkomitmen mengimplementasikan pengelolaan PTSP dan pendapatan atas PKB serta TPP berbasis aplikasi  elektronik.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pada tahun 2017 seluruh provinsi di Indonesia bisa menerapkan sistem e-government pada bidang perencanaan anggaran, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), e-Samsat seperti yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan  mengatakan penerapan dan pemanfaatan aplikasi e-Government seperti e-Samsat, PTSP, merupakan upaya transparasi dan pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di sektor pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

    "Kita berharap, provinsi-provinsi lain bisa mengikuti. Paling tidak bisa sama (seperti Provinsi Jawa Barat) atau bahkan lebih baik," katanya.

    Bentuk pengawasan yang dilakukan KPK terhadap 17 provinsi yang telah melakukan MoU Replikasi Program Jaringan Lintas Daerah ialah KPK akan menurunkan tim khusus ke daerah.

    "Setelah satu atau dua bulan, tim kita akan datang ke sana dalam hal ini KPK ini fungsinya untuk mendorong mereka. Pada prinsipnya pelaksanaan ini dilaksanakan oleh masing-masing provinsi. Di sini KPK hanya mendampingi supaya seluruh kegiatan di pemerintah provinsi dilakukan secara transparan," tandasnya.

    Adapun 17 Provinsi tersebut antara lain Provinsi Riau, Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. (adv/hms/jr02)




     
    Berita Lainnya :
    Ditangkap di Wisma, Dua Sejoli Simpan Belasan Paket Sabu
    Gila! Nenek 61 Tahun 8 Kali Gituin Bocah 13 Tahun
    Seorang Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Dalam
    Dit Narkoba Musnahkan BB Tangkapan Bulan Juli
    Lagi Mengikat Pohon Sagu di Sungai, Warga Selatpanjang Diterkam Buaya
    Gubri Terima Penghargaan K3 dari Menakertrans
    28 Personel Polda Riau ke Tanah Suci
    Dua Mahasiswa Diciduk Dit Narkoba Polda Riau
    Polda Riau Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis
    Kado Hari Narkoba Dunia, 1 Ton Sabu Asal Cina
    Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi
    Tolak Perppu Silakan Ajukan Judicial Review ke MK
    Empat Calon Bersaing dalam Konfrenprov PWI Riau
    Jual Barang Curian kepada Adik Korban, Pencuri di RS Puri Husada Diringkus
    BNN, Polri dan TNI Harus Bergandengan Tangan Berantas Narkoba
    Kernek Mobil Garap Anak di Bawah Umur
    Ini Penjelasan Resmi Kapolri Soal Rencana Pensiun Dini
     
    Komentar Anda :

     
     
    MOST READ
    1 Dua Kakek 'Gilir' Bocah 4 Tahun di Peranap
    2 Sepasang Bocah di Tapung Hilir Berhubungan Intim di Rumah Edo
    3 Lamaran Ditolak, Bripda Ricky Bunuh Diri
    4 Jeruk Kuok Mulai Kembali Manis
    5 Tabrakan "Laga Kepala" Tewaskan Pengendara Motor di Tembilahan
    6 Anda Mau Memperpanjang SIM, Ini Jadwal Pelayanan SIM Keliling Pekanbaru
    7 Wanita Muda Ini Dua Kali Berusaha Bunuh Diri di Jembatan Ampera
    8 Polsek Lubuk Dalam Tangkap 5 Pencuri Sapi
    9 Penangkapan Bandar Narkoba di Pekanbaru Berlangsung Dramatis
    10 Hujan Turun, Mahasiswa di Panam Mandi Hujan Bersama
     
    BERITA TERBARU
    Jumat, 21/07/2017 - 13:32 WIB
    Ditangkap di Wisma, Dua Sejoli Simpan Belasan Paket Sabu
    Gila! Nenek 61 Tahun 8 Kali Gituin Bocah 13 Tahun
    Seorang Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Dalam
    Dit Narkoba Musnahkan BB Tangkapan Bulan Juli
    Lagi Mengikat Pohon Sagu di Sungai, Warga Selatpanjang Diterkam Buaya
    Gubri Terima Penghargaan K3 dari Menakertrans
    28 Personel Polda Riau ke Tanah Suci
    Follow: