Pembentukan Etika dan Akhlak Mulia di Ponpes
Pertumbuhan Ponpes di Riau Berkembang Positif

Senin, 31/10/2016 - 21:06:08 WIB
Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman  didampingi KH Makruf  di Pondok Gontor Putri 7
TERKAIT:
 
  • Pertumbuhan Ponpes di Riau Berkembang Positif
  •  
    PEKANBARU (Jurnalriau.com)-Pembentukan etika dan akhlak mulia di Pondok Pesantren (Ponpes) selaras dengan nilai-nilai kemelayuan yang bersumber dari nilai-nilai atau ajaran Islam. Karena itulah, budaya Melayu identik dengan Islam.

    Bagi masyarakat Riau, nilai-nilai kemelayuan yang sudah dipegang teguh itu telah  tertuang dalam visi Riau 2020 secara eksplisit. Dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau No.36 tahun 2001 yaitu;

    "Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian Dan Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara Tahun 2020 Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera Lahir Dan Bathin".

    Dalam mewujudkan Visi Riau 2020 itu Pemerintah Provinsi Riau telah menyatakan komitmen dan melakukan berbagai langkah strategis pembangunan. Hal tersebut semuanya terangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau tahun 2014-2019.

    Dalam RPJMD itu terdapat sembilan penekanan yang salah satunya menyangkut keagamaan yaitu, "pembangunan masyarakat yang berbudaya, beriman dan bertaqwa"

    Berkaitan dengan itu Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi luar biasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan pondok pesantren (ponpes) yang tersebar di wilayah Provinsi Riau.

    Dari tahun ke tahun pertumbuhan dan perkembangan ponpes di bumi lancang kuning menunjukkan perkembangan positif dengan semakin banyaknya anak-anak luar Riau yang datang menjadi santri.

    "Kalau dulu anak Riau belajar ke Ponpes luar daerah, sekarang terbalik, anak-anak luar daerah yang belajar ke Riau. Berarti ini kan bagus perkembangannya positif," kata Gubernur Riau.


    Gubernur, H Arsyadjuliandi Rachman dan Menaker RI, Kapolda Riau, Wakil Ketua DPRD Riau  dan undangan lainnya pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016 Provinsi Riau

    Di Riau ada 283 pondok pesantren dengan jumlah santri lebih 37 ribu. Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mujtahadah, KH Prof Ahmad Mujahidin menyebutkan hal itu dapat disaksikan pada acara Hari Santri Nasional di halaman Kantor Gubernur Kamis (6/10/2016) yang dihadiri perwakilan lima ribu santri pondok pesantren se-Riau.

    "Semakin banyak ponpes, Riau juga semakin aman. Dan santri-santrinya juga akan ikut untuk membangun negeri ini lebih maju lagi," kata Gubernur lagi.

    Tidak itu saja kata Gubernur banyak tokoh nasional lahir dari lingkungan Ponpes. Banyak lulusan santri-santri yang telah berhasil menunjukan eksistensinya didalam berpolitikan dan kemimpinan Indonesia. "Salah satunya, Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanafi Dahkiri dan Khofifah selaku Menteri Sosial RI," kata Gubernur Riau saat Peringatan Hari Santri di Provinsi Riau.

    Untuk itu Gubernur berharap kepada para santri agar menunjukan eksistensinya, karena Menteri Ketenagakerjaaan, Menteri Sosial juga alumni pesantren. Seiring dengan perkembangan dunia global perubahan budaya yang cepat para santri harus memberikan respon positif dan mengikuti perkembangan tersebut dalam suatu hal yang positif.

    "Para santri harus dapat menjadi "agent of change" dan pesantren dituntut untuk mempertahankan pendidikan keagamaan diera globalisasi," ujar Gubernur ketika mendampingi Menaker Hanif Dakhiri meresmikan gedung asrama ponpes Al Mujtahadah di Jalan Handayani Kartama Pekanbaru, Kamis (06/10/2016).

    Agar santri menjadi pribadi muslim yang memiliki imtak dan iptek yang hebat maka Gubernur berharap kepada menteri untuk dapat ikut serta dalam pembagunan balai pelatihan di pondok pesantren.

    Hal senada juga diungkapkan Kepala Kanwil Kemenag Riau, Ahmad Supardi yang mengatakan banyak orang hebat di negeri ini berasal dari pondok pesantren. Karena selama di pondok pesantren ditanamkan akhlak mandiri dengan sajian pemahaman ilmu agama yang mumpuni.

    "Ini yang diharapkan dari Ponpes dapat membentuk moral dan akidah yang berkualitas bagi Sumber Daya Manusia (SDM)  Riau ke depannya," katanya saat menghadiri Milad ke 25 Ponpes Dar El Hikmah, Pekanbaru.

    Pondok pesantren adalah institusi pendidikan berbasis nilai Islam telah lama hadir untuk berkontribusi bagi pendidikan generasi umat, tidak terkecuali di Provinsi Riau. Perkembangan pendidikan berbasis pondok pesantren di Provinsi Riau sudah mengalami kemajuan yang luar biasa dan dapat dibanggakan.

    Keberadaan ponpes di Riau dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu, semuanya eksis dan terus berkembang mendapat apresiasi dari Menteri Tenaga Kerja RI Muhammad Hanif Dakhiri ketika kunjungan kerja ke Provinsi Riau menghadiri Peringatan Hari Santri 2016.

    "Saya minta pesantren jangan pernah meninggalkan karakternya, mesti di zaman serba canggih. Karakter etika, budi pengerti dan ahlak mulia," kata Menteri saat kunjungan ke Ponpes Al Mujtahada Pekanbaru.