Sabtu, 19 08 2017
Jam Digital
www.jurnalriau.com
Follow:
Penderita HIV/AIDS Riau 806 Orang
Ini Komentar Mahasiswa dan Dokter tentang AIDS

Rabu, 02/12/2015 - 11:37:57 WIB

TERKAIT:
 
  • Ini Komentar Mahasiswa dan Dokter tentang AIDS
  •  
    Pekanbaru (Jurnalriau.com) - Jumlah penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV AIDS) di Riau mencapai  806 kasus. Jumlah riil di lapangan dipastikan jauh lebih besar, sebab masih banyak penderita yang tidak terdata oleh Dinas Kesehatan.
    Kampanye Anti HIV/AIDS terus dilakukan pemerintah melalui Departemen Kesehatan dan departemen terkait, namun belum ada langkah-langkah jitu yang menyasar langsung ke sumber-sumber penyebaran penyakit itu. Misalnya, menutup usaha hiburan malam yang tidak memiliki izin, tempat prostitusi berkedok panti pijat, warung remang-remang wisma dan hotel short time dll.   
    “Salah satu pemicu meningkatnya penderita HIV/AIDS karena banyaknya tempat hiburan di Kota Pekanbaru, juga di kota-kota kabupaten. Pemerintah perlu membatasi tempat-tempat yang menjadi sumber penyebaran penyakit yang berbahaya tersebut,” saran Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman.
    Menurutnya, pemerintah harus menertibkan tempat tempat hiburan, panti pijat, dan tempat tempat maksiat yang tidak memiliki izin. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus HIV AIDS di Provinsi Riau.
    Seks bebas menjadi penyumbang terbesar penularan HIV AIDS, selain pengguna narkoba menggunakan jarum suntik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, penderita banyak tertular dari hubungan seks heteroseksual sebanyak 75 persen. Jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi, sedangkan penularan dari pengguna narkoba jarum suntik (penasun) hanya 2,5 persen. "Dari data yang ada, penularan tertinggi HIV AIDS untuk saat ini melalui hubungan seks. Dulu kecenderungan pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik dan dipakai bersama-sama lebih tinggi, berarti kini terjadi pergeseran pola penularan," kata Andra Syafril, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Selasa (1/12/2015), sempena Hari AIDS se-Dunia.
    Setiap tahunnya,  masyarakat di seluruh dunia memperingati Hari AIDS. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menghindari wabah HIV/AIDS. Hari AIDS Sedunia dirintis oleh James W. Bunn dan Thomas Netter,  dua pejabat untuk program AIDS Global di World Health Organization (WHO) milik PBB di Jenewa, Swiss, dicetuskan Agustus 1987.
    Berikut Komentar Mahasiswa dan Dokter  seputar HIV AIDS:
    “Penyakit AIDS yang disebabkan oleh infeksi virus HIV, sekarang sudah menjadi masalah kesehatan global, dan banyak yang meninggal karenanya. Kami sebagai generasi penerus bangsa harus menyadari supaya tidak terjangkit oleh virus. Sedangkan bagi yang sudah terjangkit, kita tidak seharusnya menjauhi, melainkan membimbing agar yang lainnya tidak terkena,” ujar Maharani, Mahasiswa UR.
    “Dengan adanya peringatan Hari AIDS Sedunia, hendaknya kita menyadari tentang wabah virus yang satu ini. Penyakit yang mematikan ini tidak bisa dianggap sepele, apalagi obat antiretroviral ini masih susah diperoleh. Disamping keterbatasan obat, penderita juga enggan berobat. Jadinya wabah ini bisa dikatakan susah untuk kita deteksi,” tutur dr Dian, Kepala Puskesmas Panam.
    Menurut Dian, masih banyak penderita yang malu pergi berobat. Hal ini justru bisa memperpendek umur penderita. Itulah sebabnya diperlukan penyluhan oleh instansi terkait serta pemangku kepentingan. Stigma mengasingkan penderita harus dihilangkan, agar penyakit ini tidak menjangkiti yang lainnya.
    “Sebagai masyarakat awam , kita tidak tahu apakah seseorang terjangkiti virus HIV/AIDS atau tidak. Oleh karena itu pemerintah dan dinas terkait diharapkan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Selamat Hari AIDS Sedunia, semoga kegiatan yang dilaksanakan sepena Hari AIDS ini semakin menumbuhkan kesadaran dalam menghindari wabah ini,” ujar Eni, Mahasiswa Keperawatan. (fri/jr01)



     
    Berita Lainnya :
    Presiden Bagi 6.000 Sertifikat Tanah Petani
    Jalan Tol Pekanbaru - Dumai Dimulai 2018
    Kapolres Meranti Bezuk Bayi Penderita Hidrosefalus
    Jokowi Tinjau Pembangunan Program Sejuta Rumah di Tapung
    Kapolri: Berbeda Tidak Jadi Alasan untuk Pecah
    Diduga Ada Unsur Kesengajaan
    Empat Gedung SD di Palangkaraya Terbakar
    Pelarian Tersangka Curanmor 13 TKP Berakhir
    Dua Pengedar Sabu Taluk Kuantan Ditangkap Polisi
    Warga Pulau Rambai Kampar Kedapatan Simpan Sabu
    Aksi Jokowi Hadiri HAN 2017
    Sarungan, Bagi-bagi Sepeda sampai Main Ular Tangga
    Peringatan HAN 2017
    Riau Raih Dua Penghargaan
    Ditangkap di Wisma, Dua Sejoli Simpan Belasan Paket Sabu
    Gila! Nenek 61 Tahun 8 Kali Gituin Bocah 13 Tahun
    Seorang Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Dalam
    Dit Narkoba Musnahkan BB Tangkapan Bulan Juli
    Lagi Mengikat Pohon Sagu di Sungai, Warga Selatpanjang Diterkam Buaya
     
    Komentar Anda :

     
     
    MOST READ
    1 Dua Kakek 'Gilir' Bocah 4 Tahun di Peranap
    2 Sepasang Bocah di Tapung Hilir Berhubungan Intim di Rumah Edo
    3 Lamaran Ditolak, Bripda Ricky Bunuh Diri
    4 Tabrakan "Laga Kepala" Tewaskan Pengendara Motor di Tembilahan
    5 Jeruk Kuok Mulai Kembali Manis
    6 Anda Mau Memperpanjang SIM, Ini Jadwal Pelayanan SIM Keliling Pekanbaru
    7 Penangkapan Bandar Narkoba di Pekanbaru Berlangsung Dramatis
    8 Wanita Muda Ini Dua Kali Berusaha Bunuh Diri di Jembatan Ampera
    9 Polsek Lubuk Dalam Tangkap 5 Pencuri Sapi
    10 Hujan Turun, Mahasiswa di Panam Mandi Hujan Bersama
     
    BERITA TERBARU
    Senin, 24/07/2017 - 12:07 WIB
    Presiden Bagi 6.000 Sertifikat Tanah Petani
    Jalan Tol Pekanbaru - Dumai Dimulai 2018
    Kapolres Meranti Bezuk Bayi Penderita Hidrosefalus
    Jokowi Tinjau Pembangunan Program Sejuta Rumah di Tapung
    Kapolri: Berbeda Tidak Jadi Alasan untuk Pecah
    Diduga Ada Unsur Kesengajaan
    Empat Gedung SD di Palangkaraya Terbakar
    Pelarian Tersangka Curanmor 13 TKP Berakhir
    Follow: