Jum'at, 21 Juli 2017
Jam Digital
www.jurnalriau.com
Follow:
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
PKK Riau Berperan Kembangkan Potensi Perempuan Dorong Anak Bersekolah

Kamis, 20/10/2016 - 23:46:07 WIB
Ketua TP PKK Riau Hj Sisilita Arsyadjuliandi saat menghadiri Jambore PKK Tingkat Provinsi Riau
TERKAIT:
 
  • PKK Riau Berperan Kembangkan Potensi Perempuan Dorong Anak Bersekolah
  •  
    PEKANBARU (jurnalriau.com) - Peran dan fungsi TP PKK ini, telah ditentukan dan berdasarkan pada Permendagri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui gerakan TP PKK.

    Begitu penting dan strategisnya keberadaan TP Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) maka Ketua TP PKK Provinsi Riau dan TP PKK Kabupaten dan Kota beserta jajaran pengurus, harus dapat menjalankan 10 Program Pokok PKK.

    "Program itu mencakup tiga pilar yaitu program pendidikan, kesehatan dan perekonomian, sebagaimana yang telah menjadi ketetapan pada  Rakernas VIII TP PKK Tahun 2015 yang lalu," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Ny Hj Sisilita Arsyadjuliandi Rachman.

    Menunjukkan betapa penting dan strategisnya peran isteri kepala daerah dalam mendampingisuami, untuk menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam pembangunan daerahnya masing-masing yang dimulai dari rumah tangga keluarga.

    "Karena itu, PKK mempunyai peran untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin,menuju terwujudnya keluarga yang berbudaya, bahagia, sejahtera, maju, mandiri, dan harmonis," paparnya.

    Selain itu menurut Sisilita PKK mempunyai peran dalam menumbuhkembangkan potensi dan peran perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, perlindungan dan pendidikan anak.

    PKK berperan untuk menyampaikan kepada orang tua dan para pendidik di lembaga pendidikan formal maupun fomral untuk menyuguhkan pendidikan dengan penuh kasih sayang. "Kepada anak-anak didik harus diberikan perhatian lebih dan kasih sayang," ujar Sisilita.

    Karena berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan Riau, DR H Kamsol hingga saat ini masih terdapat sekitar 50 ribu anak usia SD, 80 ribu anak usia SMP, dan 153 ribu anak usia SMA di Provinsi Riau yang tidak bersekolah.

    Karena itulah dituntut peran semua pihak termasuk TP PKK agar bisa terus mengajak dan mendorong anak-anak usia sekolah ini untuk bersekolah, salah satunya adalah melalui pendidikan keaksaraan Paket A, B dan C.

    "Diharapkan peran ibu-ibu PKK yang bisa bersentuhan langsung dengan mereka, bisa memberikan pandangan akan pentingnya menuntut ilmu atau bersekolah," kata Sisilita.

    Karena dengan bersekolah, seseorang akan menjadi pintar, ketika menjadi pintar,maka akan bisa meningkatkan ekonomi keluarganya, dan itu yang harus terus diberikan  pemahamannya kepada anak-anak usia sekolah yang belum bersekolah tersebut.

    "Peran PKK ini sangat dibutuhkan dalam mendukung dan mensukseskan bagaimana anak-anak putus sekolah atau yang tidak mau sekolah ini, bisa bersekolah, bersama kita bisa membangun pendidikan Riau yang berkualitas dan andal, menuju masyarakat Riau yang mandiri dan sejahtera," paparnya.

    Program pendidikan informal yang ada di Dinas Pendidikan sangat relevan dengan 10 program unggulan PKK yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat. "Kita adalah mitra pemerintah dalam menyukseskan visi dan misi Riau 2020 mendatang,"imbuhnya.

    Kemudian lanjut Sisilita PKK juga sebagai penggali dan pengembang potensi masyarakat khususnya keluarga, pembina, motivator, serta penggerak prakarsa, gotong royong dan swadaya perempuan dalam pembangunan sebagai bagian integral dalam mewujudkan pembangunan
    partisipatif.

    Karena itu TP PKK di Kabupaten maupun Kota juga harus menggerakkan dan memotivasi semua pengurus dan kader, untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri dengan menambah wawasan tentang berbagai bidang yang berkaitan dengan upaya peningkatan
    kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

    Selanjutnya mensosialisasikannya pada masyarakat, juga tentang teknik-teknik berkomunikasi yang benar dan baik sehingga pesan pembangunan tersebut sampai dan dapat dipahami masyarakat.

    "Semoga dengan pemahaman yang cukup, diharapkan masyarakat akan mendukung semua program pemerintah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, ekonomi, budaya, dan sebagainya," kata Sisilita.

    Karena tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat semua program pemerintah tidak akan dapat diwujudkan secara maksimal.

    Pembinaan Mulai dari Lingkungan Keluarga

    Upaya pembinaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, akan lebih efektif jika dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, apabila keluarga sehat,
    mandiri dan kuat/berdaya, maka akan kuat dan mandiri pulalah masyarakat. "Keluarga yang sehat dan mandiri akan mewujudkan ketahanan keluarga," jelas Sisilita.

    Hal ini penting dikondisikan, karena sebagian besar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berasal dari permasalahan yang dimulai dari keluarga. Sebaliknya setiap keluarga yang menjalankan fungsinya, akan melindungi semua anggotanya agar terhindar dari masalah
    kesejahteraan sosial ini.

    Selain dari itu, khusus di bidang kesehatan dan KB semua pengurus dan kader PKK musti benar-benar dapat diandalkan sebagai pionir sekaligus menjadi panutan dalam masyarakat. Sedangkan di bidang pemberdayaan keluarga, dikatakan Sisilita agar TP PKK dapat
    menggerakkan usaha ekonomi kreatif untuk mendukung suksesnya pariwisata Riau baik itu pengembangan kerajinan dengan bahan lokal maupun kuliner Melayu Riau.

    Untuk mensukseskan apa yang sudah diprogramkan PKK, dikatakan Sisilita para Ketua TP PKK Kabupaten dan Kota berperan penting sebagai ujung tombak dalam menjalankan pengabdian dengan membangun kemitraan dan jejaring kerja secara baik, dengan instansi pemerintah,perusahaan -perusahaan maupun lembaga yang akan mendukung tugas PP dalam melaksanakan program TP PKK khususnya di Provinsi Riau ini.

    PKK Dijadikan Mitra Kerja Pemprov Riau

    Keuletan dan kegigihan kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sudah menjadi perhatian Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman untuk dijadikan sebagai mitra kerja dalam meningkatkan perekonomian keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya.

    Bahkan menurut Gubernur bagi dinas dan badan akan rugi jika tidak menggandeng PKK. Pasalnya, PKK dapat membantu dalam melaksanakan sebagian program-program pemerintah
    dan itu sudah terbukti dengan sudah banyaknya  prestasi PKK di tingkat nasional.

    Menurut Gubernur Riau, kiprah PKK terbukti telah banyak membantu pemerintah dalam pelaksanaan program pembangunan dan upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui program-program yang mereka kemas.

    PKK sudah banyak melaksanakan program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dengan melakukan kegiatan bakti sosial (Baksos), antara lain operasi bibir sumbing gratis, operasi gratis katarak, baksos untuk korban bencana, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM).

    "Semoga dengan adanya program-program PKK itu dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi beban masyarakat dan membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah
    sosial kemasyarakatan yang terjadi,"papar Gubri. (adv/jr02)






     
    Berita Lainnya :
    Ditangkap di Wisma, Dua Sejoli Simpan Belasan Paket Sabu
    Gila! Nenek 61 Tahun 8 Kali Gituin Bocah 13 Tahun
    Seorang Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Dalam
    Dit Narkoba Musnahkan BB Tangkapan Bulan Juli
    Lagi Mengikat Pohon Sagu di Sungai, Warga Selatpanjang Diterkam Buaya
    Gubri Terima Penghargaan K3 dari Menakertrans
    28 Personel Polda Riau ke Tanah Suci
    Dua Mahasiswa Diciduk Dit Narkoba Polda Riau
    Polda Riau Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis
    Kado Hari Narkoba Dunia, 1 Ton Sabu Asal Cina
    Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi
    Tolak Perppu Silakan Ajukan Judicial Review ke MK
    Empat Calon Bersaing dalam Konfrenprov PWI Riau
    Jual Barang Curian kepada Adik Korban, Pencuri di RS Puri Husada Diringkus
    BNN, Polri dan TNI Harus Bergandengan Tangan Berantas Narkoba
    Kernek Mobil Garap Anak di Bawah Umur
    Ini Penjelasan Resmi Kapolri Soal Rencana Pensiun Dini
     
    Komentar Anda :

     
     
    MOST READ
    1 Dua Kakek 'Gilir' Bocah 4 Tahun di Peranap
    2 Sepasang Bocah di Tapung Hilir Berhubungan Intim di Rumah Edo
    3 Lamaran Ditolak, Bripda Ricky Bunuh Diri
    4 Jeruk Kuok Mulai Kembali Manis
    5 Tabrakan "Laga Kepala" Tewaskan Pengendara Motor di Tembilahan
    6 Anda Mau Memperpanjang SIM, Ini Jadwal Pelayanan SIM Keliling Pekanbaru
    7 Wanita Muda Ini Dua Kali Berusaha Bunuh Diri di Jembatan Ampera
    8 Polsek Lubuk Dalam Tangkap 5 Pencuri Sapi
    9 Penangkapan Bandar Narkoba di Pekanbaru Berlangsung Dramatis
    10 Hujan Turun, Mahasiswa di Panam Mandi Hujan Bersama
     
    BERITA TERBARU
    Jumat, 21/07/2017 - 13:32 WIB
    Ditangkap di Wisma, Dua Sejoli Simpan Belasan Paket Sabu
    Gila! Nenek 61 Tahun 8 Kali Gituin Bocah 13 Tahun
    Seorang Pengedar Sabu Ditangkap di Kampung Dalam
    Dit Narkoba Musnahkan BB Tangkapan Bulan Juli
    Lagi Mengikat Pohon Sagu di Sungai, Warga Selatpanjang Diterkam Buaya
    Gubri Terima Penghargaan K3 dari Menakertrans
    28 Personel Polda Riau ke Tanah Suci
    Follow: