www.jurnalriau.com
Rabu, 26 Februari 2020
Jumat, 14/12/2018 - 09:23 WIB
Polres Inhil Praktek Lapangan Pam TPS
Selasa, 13/11/2018 - 12:15 WIB
Membunuh di Desa Kualu, Merampok di Asahan
Membangun Hubungan Baik Dengan Media
Membangun Hubungan Baik Dengan Media

Selasa, 27/02/2018 - 18:15:28 WIB
TERKAIT:
 
  • Membangun Hubungan Baik Dengan Media
  •  

    Jurnalriau. Com-Pekanbaru-media relations hanya satu bagian dari kerja public relations. Tapi keberhasilan membangun hubungan dengan media akan berdampak pada keseluruhan hasil kerja public relations.

    Ada sejumlah jalinan hubungan komunikasi yang menjadi titik perhatian suatu organisasi atau perusahaan, dalam menjaga citra maupun reputasi.

    Antara lain adalah bagaimana perusahaan membangun dan merawat komunikasi dengan lingkungan internal (internal rela- tions), lingkungan penanam modal (investor relations), media (media relations), pemerintah selaku regulator (government relations), dan masyarakat (community relations).

    Fokus uraian kali ini adalah media relations. Media relations atau pembinaan hubungan dengan media bukan sekedar memerlukan kemampuan teknis seorang Media Relations Officer (MRO), melainkan lebih kepada kemampuan analisis dan penilaian dalam membaca situasi dan konteks komunikasi.

    Seorang MRO jauh-jauh hari perlu memahami kebutuhan dan karakter media yang akan disasar menjadi tempat publikasi informasi perusahaan. MRO setidaknya memahami sejumlah fungsi media massa sebagai penyebar informasi kepada masyarakat, kontrol sosial, mendidik, menghibur dan memengaruhi masyarakat.

    MRO perlu paham lansekap media (mediascape). Lansekap media biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti politik, perkembangan masyarakat, ekonomi, sosiokultural, dan regulasi yang berlaku.

    Secara teknis, MRO perlu pula memahami, antara lain tenggat penyiaran berita, bagaimana membuat pers rilis yang mencuri perhatian media, menjalin hubungan akrab dengan wartawan, redaktur, dan para pemimpin media.

    Dalam melaksanakan program media relations terdapat handcraft dan braincraftyang harus matang. Sebab ada bagian yang memerlukan keterampilan teknis (handcraft), dan ada bagian yang memerlukan keterampilan berpikir dan menganalisis (braincraft).

    Semakin tajam daya analisis seorang MRO, akan semakin tepat sasaran dan sesuai target hubungan dengan media.

    Pada umumnya tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan media relations adalah meningkatkan kesadaran akan brandperusahaan pada publik, dan mengubah sikap menjadi mendukung tindakan organisasi/perusahaan.

    Publisitas adalah penyebaran informasi secara sistematis tentang lembaga atau perorangan, atau lebih terperinci lagi, publisitas adalah penyebaran pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan lewat media tertentu untuk kepentingan tertentu suatu organisasi dan perorangan tanpa pembayaran tertentu pada media.

    Selain publisitas, salah satu pekerjaan MRO adalah mengelola iklan di media massa. Namun mengelola iklan tentu harus diperhitungkan dengan seksama mengingat harga iklan relatif mahal. Pemahaman akan penempatan iklan dalam lansekap media akan sangat membantu MRO dalam mengembangkan sisi periklanan perusahaan.

    KEBUTUHAN MEDIA

    Keterbukaan suatu organisasi/perusahaan terhadap kebutuhan media akan menentukan persepsi awak media terhadap organisasi/perusahaan tersebut. Sebesar apa publisitas yang akan diperoleh suatu perusahaan tergantung kepiawaian sang MRO dan organisasi/perusahaan itu sendiri, dalam memberikan nilai pada jalinan hubungannya dengan media.

    MRO yang baik tentu paham akan kebutuhan media massa terhadap sebuah organisasi/perusahaan. Kebutuhan media massa, khususnya media pemberitaan di antaranya adalah memperoleh peristiwa yang bernilai berita (news value), dan laporan atas satu atau lebih peristiwa yang akan dibuat sebelum tenggat media (deadline) habis.

    Umumnya, suatu organisasi atau perusahaan mengembangkan program guna merespon media massa dalam bentuk wawancara langsung, jumpa pers, media gatheringfocus group-discussion (FGD), press tour, maupun mengeluarkan rilis untuk pers.

    Perlu juga dicermati oleh MRO bahwa keingintahuan publik atas sebuah informasi juga sama besarnya dengan keinginan media massa untuk secepatnya menyiarkan berita/laporan sebuah peristiwa.

    Pada dasarnya, MRO bekerja untuk menjembatani tiga pihak sekaligus yakni tempatnya bekerja, para pemangku kepentingannya, dan media massa. MRO menjadi gatekeeper informasi yang menghubungkan organisasi dan publiknya melalui media massa.

    Namun media massa bukan alat un- tuk dikendalikan melainkan menjadi mitra kerja. Sebagai mitra, kedudukan kedua pihak adalah setara, keberadaannya akan seiring sejalan dengan mengalirnya kinerja perusahaan. Sinergi keduanya akan bersifat simbiosis mutualisma alias saling menguntungkan.

    Tidak dipungkiri, media relations berkenaan dengan media komunikasi. Media komunikasi ini diperlukan karena menjadi sarana yang penting dalam memenuhi target perusahaan dan efisien dalam berkomunikasi dengan publik, terutama publik eksternal organisasi/perusahaan.

    Agar komunikasi dua arah dengan publik dapat dipelihara, maka segala kepentingan media massa terhadap organisasi/perusahaan mesti direspon. Organisasi/perusahaan perlu membuka diri, memperkenalkan produk dan layanannya, serta segala sesuatu yang menyang- kut entitas organisasi/perusahaan.

    Komunikasi yang dikembangkan hendaklah komunikasi informatif dan persuasif.

    Komunikasi informatif adalah komunikasi yang sarat dengan penceritaan suatu peristiwa. Sementara informasi persuasif adalah informasi yang mampu menggugah publik untuk mengubah persepsi/pemaknaan (mindset) terhadap suatu organisasi/perusahaan.

    Perlu diingat bahwa informasi yang datang dari publik jelas beraneka ragam antara lain umpan balik, aspirasi, harapan, keinginan dan bahkan kritik. Kesemuanya perlu memperoleh perhatian dan kecermatan analisis MRO, mengingat media massa berada di luar kendali organisasi/perusahaan.

    Meski pada beberapa organisasi bisnis telah ditetapkan prosedur standar komunikasi dalam krisis, namun tetap saja akan muncul banyak ketidakterdugaan yang terjadi. Adanya prosedur standar komunikasi dalam krisis merupakan bentuk kesiapan organisasi dalam menghadapi kondisi darurat atau krisis. Biasanya dalam prosedur standar itu ditetapkan siapa yang berwenang berbicara kepada media dan informasi apa saja yang perlu disampaikan.  (Primayanti)  




     
    Berita Lainnya :
    LAM Riau Apresiasi Kinerja Polri atas Penangkapan 11 Penyeludup Narkoba beserta BB 59 Kg Sabu
    Kapolri Tekankan Tangani Karhutla Harus Dengan Hati Bersih Dan Ikhlas
    Kapolri dan Panglima TNI Apresiasi Inovasi "Dashboard Lancang Kuning" Polda Riau Atasi Karhutla
    Wujudkan Pelayanan Bersih dari KKN, SSDM Polri Canangkan Zona Integritas
    Anggota DPR RI Efendi Sianipar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dihadapan Ratusan Masyarakat Pekanbaru
    KKP bersama Komisi IV DPR RI Gelar Safari "Gerakan Makan Ikan" di Pondok Pesantren LDII Riau
    Hadiri Puncak HPN 2020, Kadiv Humas Polri Harapkan Peran Pers Dalam Memerangi Penyebaran Hoax
    Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa serta Pin Emas kepada Polisi Berprestasi di Bidang Olahraga
    Kangkangi Perda, Satpol PP Riau Temukan Gelper Buka Hingga Larut Malam
    Polda Riau Tetapkan 21 Tersangka Perorangan Kasus Karhuta, Korporasi Nihil
    Buron 3 Tahun Usai Kabur dari Rutan, Napi ini Kembali Edarkan Narkoba dan Berujung di Tangan Ditresn
    Kapolda Riau Tegaskan Lawan Penjarah Kayu Hutan Untuk Usaha Perkebunan
    Kapolda Riau Beri Spirit dan Bantu Tim Pemadam Api Lahan di Bengkalis
    Polda Riau Gelar Sosialisasi Rekrut Anggota Polri di Kalangan Pelajar Kampar 2020 Mendatang
    Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Neil Antariksa: Pemuda Riau Harus Kawal Pilkada 2020
    Breking News
    Tangkapan Polda Riau Terjadi di Rumbai, 60 Kg lebih Ganja Gagal ke Jambi
     
    Komentar Anda :

     
     
    MOST READ
    1 Bersama Senkom
    Wakapolresta Pekanbaru Cek Pos Kesiapan Natal dan Tahun Baru 2018 
    2 Tingkatkan Mutu Dosen , “LPMP UNIKS Gelar Pelatihan Pekerti-AA”
    3 Polresta Pekanbaru Melaksanakan Pengamanan Peringatan Hari Santri Nasional 2017
    4 Fekon CUP II UPP Antar Pelajar Se Rohul Kembali Digelar
    5 Menuju Riau Madani 2018
    Walikota Dr H Firdaus Ngaji Bareng Jamaah LDII Se Pekanbaru
    6 Cek Kesiapan Personil
    Kapolda Riau Pimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Zebra Siak 2017
    7 Sabu 7,5 Kg dan 28 Ribu Butir Ekstasi Senilai 15 M Berhasil Diamankan Polda Riau
    8 Opini
    Wasiat Kapolri Paling Jujur
    9 Amankan 70 ekor Trenggiling
    Polda Riau Ungkap Pelaku Penyeludupan Trenggiling Senilai Rp.200 Juta
    10 Kapolda Riau Bantah Berita Hoax dari media wahanariau.com
     
    BERITA TERBARU
    Kamis, 13/02/2020 - 21:20 WIB
    LAM Riau Apresiasi Kinerja Polri atas Penangkapan 11 Penyeludup Narkoba beserta BB 59 Kg Sabu
    Kapolri Tekankan Tangani Karhutla Harus Dengan Hati Bersih Dan Ikhlas
    Kapolri dan Panglima TNI Apresiasi Inovasi "Dashboard Lancang Kuning" Polda Riau Atasi Karhutla
    Wujudkan Pelayanan Bersih dari KKN, SSDM Polri Canangkan Zona Integritas
    Anggota DPR RI Efendi Sianipar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dihadapan Ratusan Masyarakat Pekanbaru
    KKP bersama Komisi IV DPR RI Gelar Safari "Gerakan Makan Ikan" di Pondok Pesantren LDII Riau
    Hadiri Puncak HPN 2020, Kadiv Humas Polri Harapkan Peran Pers Dalam Memerangi Penyebaran Hoax
    Follow: